Event

Jumat, 27 Mei 2016 RS. Islam Klaten melakukan skreening pasien yang akan dilakukan operasi katarak

pada Minggu, 29  Mei 2016, dari skreening tersebut terjaring 15 pasien yang layak untuk operasi.

Pada hari H ( Minggu 29 Mei 2016) masih ada pasien yang datang untuk skreening oleh karena

pada skreening Jumat, 27 Mei 2016 tidak bisa datang, sehingga total peserta yang dilakukan operasi

sebanyak 19 orang

Tujuan kegiatan operasi katarak adalah membantu pemerintah menurunkan angka kebutaan yang disebabkan

oleh penyakit katarak. Tahun ini merupakan tahun ke 5 diselenggarakan oleh RS. Islam Klaten bekerjasama

dengan PERDAMI ( Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia) Yogyakarta dan didukung oleh Djarum Foundation. 

 

Seminar " DETEKSI DINI GAGAL GINJAL & NUTRISI PASIEN DIALISIS " INVESTASI Rp. 10.000

untuk peserta Non member IKCC ( Fasilitas : goody bag, Snack, Cek tekanan darah, cek gula darah)

Free untuk pasien haemodialisa dan member IKCC. Pendaftaran : 0899 5055 007

Segera Daftar KUOTA terbatas

Seringkali kita mendengar kabar ada keluarga, teman atau tetangga yang tiba-tiba meninggal dunia

”tanpa sebab”. Terlebih jika mereka masih tergolong muda dan sebelumnya”sehat-sehat” saja.

Jumlah penderita penyakit ini tiap tahun semakin meningkat di Indonesia, saat ini penyakit

jantung koroner menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian. Tingginya angka kematian

di Indonesia akibat penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 26% dari seluruh jumlah

kematian akibat penyakit. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN),

dalam 10 tahun terakhir angka tersebut cenderung mengalami peningkatan

Dari semua jenis penyakit kardiovaskuler yang ada, penyakit jantung koroner, sebagai salah

satu komplikasi dari hipertensi, Diabetes Mellitus, dislipidemia dan merokok menyumbang

angka yang paling besar. Ironisnya, penyakit ini lebih banyak disebabkan oleh faktor-faktor

yang seharusnya dapat kita hindari atau dicegah.

 

 I. LATAR  BELAKANG

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana. Hampir semua jenis bencana bisa terjadi

di Indonesia. Mulai dari bencana alam maupun buatan manusia. Semua itu memerlukan kesiapan

rumah sakit sebagai institusi penyedia pelayanan kesehatan untuk menanggulangi permasalahan

kesehatan akibat terjadinya bencana. Di setiap kejadian bencana, institusi kesehatan terutama

rumah sakit selalu memegang peran yang sangat penting. Akan tetapi berdasarkan pengalaman di lapangan,

rumah sakit seringkali tidak menunjukkan kesiapan yang memadai menghadapi bencana ini. Akibatnya disetiap

kejadian bencana, hambatan dan kekurangan-kekurangan yang sama selalu berulang ditemui oleh RS.

Salah satu penyebab ketidaksiapan RS tersebut adalah belum adanya petunjuk yang baku sehingga belum

ada persepsi yang sama terhadap kesiapan menghadapi bencana.

Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD) merupakan serangkaian usaha-usaha pertama

yang dapat dilakukan pada kondisi gawat darurat dalam rangka menyelamatkan pasien dari kematian.

Filosofi PPGD adalah “Time Saving is Life Saving”, dalam arti bahwa seluruh tindakan yang dilakukan

pada saat kondisi gawat darurat haruslah benar- benar efektif dan efisien, karena pada kondisi tersebut pasien

dapat kehilangan nyawa dalam hitungan menit ( henti nafas selama 2-3 menit dapat mengakibatkan kematian)

Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi perawat/bidan khususnya di bidang

kegawatdaruratan medis. Meningkatnya baik kualitas maupun kuantitas kegawatan yang terjadi baik

kegawatan sehari-hari maupun bencana menuntut perawat/bidan harus selalu aktif dan selalu berusaha

meningkatkan kemampuannya.

 

Jumlah Kunjungan

001410256
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
275
1011
4537
1398622
16726
27493
1410256

Your IP: 18.207.134.98
2019-10-17 03:01

Survey

Survey Pelanggan Rumah Sakit Islam Klaten

We have 21 guests and no members online